Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
Shalom,


Apa kabar semuanya? Saya percaya semua yang hadir di sini punya semangat yang tinggi di dalam segala hal. Coba lihat di sekeliling Saudara/i apakah ada di antara mereka yang kelihatan tidak semangat, katakan pada mereka, “Tuhan Yesus adalah Kekuatanmu!” Kalau ada di antara kita yang membutuhkan doa secara pribadi, silahkan hubungi para pastor AGF yang tampan dan cantik sehabis kebaktian. Kemungkinan besar mereka adalah yang memakai PIN AGF. Kalau tidak ada, nanti cari saya saja. Saya akan bawa Saudara/i pada mereka. Adalah baik jika kita dapat mendoakan sesama, dan saling menguatkan. Para pemimpin di sini juga membutuhkan doa dari Saudara/i tetapi jangan sekarang, nanti kalian bisa tertidur di sini. Mungkin banyak tantangan dalam hidup ini yang Saudara/i hadapi saat ini ataupun di kemudian hari. Dalam situasi apapun itu, jangan pernah menyerah! Ada pepatah Thailand mengatakan, “Cobalah kuah kari dari sisi lain mangkuk.” Tuhan Yesus tidak pernah sekalipun menyerah sekalipun di saat Dia berada di dalam masa-masa yang sulit semasa hidup-Nya di bumi. Dia tidak menyerah bukan karena Dia itu Tuhan yang perkasa, tetapi karena Dia melihat masa depan Saudara/i yang penuh kemenangan bersama-sama dengan-Nya. Dia tidak menyerah karena Kasih-Nya pada Saudara/i jauh lebih besar dari segalanya. Ketahuilah bahwa Saudara/i berharga di mata-Nya. Amin?!

Namun sering kali kita terjebak dalam situasi dimana kita merasa Tuhan tidak berpihak pada kita. Kita merasa bahwa kita sudah berdoa sampai larut malam, namun hasilnya tidak sesuai dengan harapan kita. Kita sudah bernyanyi menyembah Dia sampai oksigen di kamar sudah habis, namun serasa Tuhan tidak mendengar. Kita merasa kita sudah melakukan semua hal yang benar, namun ‘keberuntungan’ sepertinya lebih berpihak pada tetangga sebelah kita. Saat seperti itu, bola mata kita langsung mengarah pada tetangga kita, tetapi mulut berseru pada Tuhan, “Bapa! Ini aku, anak-Mu! Mengapa? Mengapa Kau biarkan aku menderita?! Apa salahku? Apa yang kurang? Apa lagi yang Engkau mau dariku?” Nah, saya percaya skenario atau urutan cerita begini biasanya terjadi lebih banyak disebabkan banyak anak Tuhan yang sudah mendapat masalah, baru sibuk mencari-cari Tuhan. Bahasa pendeta-nya adalah menyalahkan Tuhan. Terjemahan asli bahasa Inggrisnya adalah ‘Blaming God’. Menyalahkan Tuhan itu tak masalah bagi Dia sebetulnya. Situasi seperti itu bisa digunakan oleh Tuhan untuk membuka pembicaraan versi keluarga. Dia suka mencari alasan untuk bisa bicara dengan anak-anak-Nya. Tetapi lebih sering sesudah marah pada-Nya, kita ini lebih memilih pergi meninggalkan Tuhan atau menutup diri ketimbang mengijinkan Tuhan untuk menjelaskan atau memperlihatkan pada kita rancangan yang sebenarnya yang ada di pikiran-Nya bagi kita. (Yesaya 55:8)

Hal saling menyalahkan ini sudah terjadi sejak awal penciptaan. Adam menyalahkan Hawa, “Dia yang suruh saya makan!” Hawa terpaksa menyalahkan ular, “Dia yang tipu saya!” Ular tak mau kalah juga, dia langsung menyalahkan iblis, “Aku hanya seekor binatang. Mana ku tahu apa-apa. Kan dia yang merasuki aku, Tuan!” Jadi tak usah heran tentang sifat yang seperti ini. Semua masalah yang ada di dunia ini terjadi karena karena salah makan. Saudara/i mau menikmati makanan yang benar, bukan? Kalau begitu, saya hanya akan menyajikan Roti Hidup bagi Saudara/i. (Yohanes 6:35) Saya undang para usher gereja untuk membagikan roti dan anggur. Kita akan melakukan Perjamuan Kudus. Hal ini kita lakukan setiap hari Minggu di AGF bukan karena ritual keagamaan atau saat kita sudah lakukan pengakuan dosa, tetapi karena Tuhan Yesus ingin kita selalu ingat kebenaran akan jati diri kita DI DALAM KRISTUS yang telah memerdekakan kita. (Yohanes 8:32) Ingatan adalah suatu alat yang sangat berkuasa. Apa yang kita ingat, itu yang akan menentukan arah kemana kita akan melangkah di dalam Yesus. Rasul Petrus tak jemu-jemunya mengingatkan jemaat akan Kebenaran Allah yang sudah ada di dalam jemaat Kristus; yang mana buah-buah Roh Kudus akan menjadikan para jemaat Kristus berlimpah dalam pewahyuan akan Kristus Yesus dan Bapa di Surga. Jikalau kita lupa bahwa dosa-dosa kita sudah dihapuskan oleh Darah Kristus, kita akan menjadi tawar dan mandul di dalam pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhan kita. Demikian juga hari ini saya mengingatkan kembali kepada Saudara/i bahwa engkau adalah kebenarannya Allah di dalam Kristus. Ingat itu senantiasa!

Roti yang ada di tangan Saudara/i adalah tubuh Kristus yang telah dipecah-pecahkan bagi kita semua. Dia sendiri yang mempersembahkan tubuh-Nya dengan penuh ucapan syukur. Kita hidup oleh karena pengorbanan-Nya maka dari itu ijinkan Tuhan sendiri yang mendidik setiap tingkah laku kita. Ingatlah akan kebaikan-Nya selalu. Oleh karena itu, muliakanlah Tuhan saat kita memakan roti ini. Mari kita makan di dalam nama Tuhan Yesus. Demikian kita mengangkat cawan ini, ingatlah akan janji-janji Allah Bapa yang telah dimateraikan oleh darah Kristus. Terima kasih, Tuhan Yesus, karena Engkau sudah menjadi bagian dari kami dan kami di dalam Engkau! Saudara/i terkasih di dalam Kristus Yesus, Damai Sejahtera dari Surga ada padamu, Kesehatan dari Surga ada untukmu, dan Berkat dari Allah Bapa menyertaimu di sepanjang hidupmu! Mari kita minum demi nama Yesus. Amin.

Agape Grace Fellowship punya satu harapan. Doa kami bagi semua yang hadir di dalam ibadah ini adalah supaya kita semua berakar di dalam Kristus Yesus dan teguh dalam iman dari awal sampai akhir perjalanan hidup kita dengan penuh dengan ucapan syukur. Saudara/i akan bersukacita atas pewahyuan akan Kristus Yesus. Besok umat Kristiani akan merayakan kelahiran Yesus. Kita patut bersyukur sebab Dia masih memberikan satu hari libur lagi besok. Ada yang mungkin dapat liburan selama satu minggu atau satu bulan. Nikmati saja hidup ini! Seperti pepatah Thailand tadi, meskipun tidak kelihatan, lingkar mangkuk sebenarnya mempunyai sudut yang tak terhingga. Seperti Tuhan Yesus yang adalah Kehidupan kekal kita, nikmati setiap sudut kehidupanmu di dalam Kristus. Jika tidak berhasil di sudut yang sana, coba saja sudut yang lain. Kesempatan baik dalam kehidupanmu ini tak terhingga banyaknya di dalam Yesus. Pelajari setiap kemungkinan yang bakal terjadi. Mungkin ada temanku yang protes, “Ya, Bro, tapi tiap sudut yang sudah ku coba, tak ada yang enak sama sekali. Terbentur tembok melulu. Tiap kali tanya teman-teman, selalu jawaban mereka Yesus.” Wow, temanku ini bijak sekali! Tidak ada pewahyuan yang lebih besar daripada Yesus Kristus sendiri! Dia protes lagi, “Tapi, Bro, oke lah, saya tahu Yesus, tapi saya butuh uang saat ini juga, saya sakit berat, hubungan keluargaku bagai telur bebek di ujung tanduk!” Betul, saya tahu kamu butuh kelegaan dari masalah-masalahmu saat ini juga, tapi jawabannya tetap Yesus!

Saudara/i mau tahu mengapa jawabannya selalu Yesus? Mungkin banyak teman ataupun anggota keluarga kita yang sudah lelah mendengar jawaban demikian. Anggapan mereka adalah bahwa kita buang badan atau asal-asal jawab. Kita tidak membantu mereka menemukan jawaban mengapa jawabannya adalah Yesus. Sebenarnya kita sudah menghindar dari panggilan kita di dalam pelayanan kehidupan ini saat kita tidak menjelaskan kepada mereka mengapa jawabannya adalah Yesus untuk segala permasalahan mereka. Kalau mau jujur, sebenarnya masalah mereka secara tidak langsung juga menjadi masalah kita. Mengapa demikian? Contoh teman yang protes tadi, mungkin dia butuh uang saat ini juga untuk beli makanan buat keluarganya misalnya. Kita berkata, “Untuk masalahmu itu jawabannya adalah Yesus, Bro.” Sesudah itu, kita pergi saja tanpa menjelaskan kepadanya mengapa jawabannya bisa Yesus melulu. Apakah itu bisa menyelesaikan masalah teman kita itu? Tidak! Sekarang kita punya masalah, yaitu masalah teman kita yang punya masalah keuangan untuk beli makanan buat keluarganya. Terus, oleh karena mungkin kita peduli, kita mungkin minta saran kepada sahabat kita yang lain tentang situasi teman tersebut dan mereka akan menjawab, “Untuk masalahmu itu, jawabannya adalah Yesus, Bro.” Saya bakalan tepuk jidat sendiri karena tersandung perkataan sendiri. Jadi apakah maksud ‘Jawabannya adalah Yesus’ sebenarnya?

Saya akan ambil contoh soal matematika yang Pastor Daniel sebutkan dua minggu yang lalu yaitu [1+1=15]. Beliau ini luar biasa sekali. Dia hanya butuh 2-3 menit untuk buka ayat-ayat Alkitab supaya bisa menggantikan saya berkhotbah. Salah atau benarkah jawaban soal matematika tersebut? Sebanyak 99.99% dari orang-orang yang hadir di sini akan menjawab, “Salah, Pak Guru… eh, Pak Hugo… Jawabannya adalah 2.” Wow, nilai 100 untuk murid-muridku yang terkasih di dalam Kristus. Jadi bagaimana dengan sisanya 0.01%? Sisanya ada yang tidak tahu, dan ada yang tanya dalam hati, “15? Awas, jebakan Batman!” Namun ada satu yang bertanya, “Bagaimana jawabannya bisa sama dengan 15 (lima belas)?” Sering kali kita diperhadapkan dengan persoalan hidup seperti ini [1+1=15]. Kita bingung mengapa jawabannya harus 15, sedangkan berdasarkan segala analisa ilmu matematika, fisika, kimia, dan segala gabungan fakta maupun hukum yang berlaku di dunia ini, jawaban seharusnya adalah 2 (dua). Kita bingung mengapa jawaban untuk kita dan masalah kita adalah Yesus. ([Kita+Persoalan_Hidup] = Yesus) Banyak yang galau mengapa hasil kerja keras mereka ditambah dengan kebajikan mereka dan sebagainya, tidak menghasilkan seperti yang mereka inginkan. Mereka mempertanyakan, “Bukankah 1+1=2? Mengapa hasilnya menjadi 15?” Untuk mengetahui mengapa jawabannya 15, siapa yang harus kita tanya?! Katakanlah [1+1=2] ini adalah [Saya+Sakit_Gigi=Dokter_Gigi]. Dokter gigi adalah jawabanku. Berarti saya harus tanya kepada Dokter Gigi (2). Jadi kalau sudah demikian hasilnya [1+1=15], menurut Saudara/i, siapa yang harus kita tanyai? Prosesnya sama, yaitu kita harus ‘tanya’ kepada angka 15 ini, “Hei 15, bagaimana ceritanya sampai kamu yang menjadi jawabannya?” Mengapa begitu? Karena hanya angka 15 itu saja yang bisa menjelaskan proses mengapa sampai 15 yang keluar sebagai jawabannya. Ada faktor lain yang bisa berubah-ubah atau mungkin yang tidak kelihatan. Bisa saja ceritanya seperti ini: Angka 15 berkata, “Oh iya, Pak/Bu, memang jawaban pasti terakhirnya harus 15, suka atau tidak. Permasalahan timbul karena banyak orang yang tidak mau terima kalau jawabannya harus angka 15. Mereka tidak mau bertanya pada saya. Jadi untuk mendapatkan angka 15 itu, penyelesaiannya harus menjadi 1+1+(1+12) baru bisa sama dengan 15. Bisa tidak [1+1+5+8] atau [1+1+(20-7)] atau yang lainnya? Bisa! Tetapi saat ini saya adalah 1+1+(1+12)=15, bukan solusi yang lainnya!” Bisa dimengerti? Contoh lain, misalnya kita melihat angka 89 di Studio Karaoke. Kalau kita mau tahu bagaimana ceritanya angka 89 ini bisa ada, maka kita harus tanya kepada angka 89 (kalau angka itu bisa bicara, misalnya). Mungkin angka 89 akan katakan, “Oke, saya akan buatkan janji temu untukmu dengan bos Studio 89, nanti dia yang akan menjelaskannya kepadamu.” Di lain tempat, mungkin ada angka 89 yang lain yang mempunyai cerita atau cara penyelesaian yang berbeda lagi.

Apa arti semua ini? Yang dunia tahu adalah kalau kita sakit gigi, maka kita harus mencari dokter gigi. Kalau kita mau membangun rumah, kita harus mencari arsitek beserta tukang-tukang bangunan misalnya. Yang dunia tidak mengerti adalah mengapa kita selalu katakan segala sesuatu jawabannya adalah Yesus. Dunia tidak mengerti mengapa kalau kita ingin membangun rumah, kita harus tanya Yesus dulu. Dunia tak mengerti mengapa kalau kita mau makan, kita sering kasih tahu Tuhan dulu. Bapa di Surga telah memberikan Yesus Kristus sebagai jawaban akhir (Final Answer) bagi kita. Ibaratnya hasil akhir dari kondisi sakit gigi kita, misalnya, bukan lagi dokter gigi melainkan Yesus Kristus. Persoalannya bukan lagi [Saya+Sakit_Gigi=Dokter_Gigi] tetapi adalah [Saya+Sakit_Gigi=Yesus Kristus] Mungkin ada yang protes lagi, “Kalau begitu tak usah pergi ke dokter gigi lagi ya? Biarkan saja sampai gigimu membusuk!” Sabar dulu, saya akan jelaskan. Maksudku adalah Bapa di Surga menginginkan kita untuk berhubungan langsung dengan Yesus Kristus. Jadi maksud dari ‘Jawabannya adalah Yesus” adalah agar supaya kita bisa bertanya langsung kepada Yesus apa yang Dia mau kita lakukan dengan kondisi sakit gigi tadi misalnya. Kita harus bisa mengarahkan orang-orang kepada Tuhan Yesus saat kita katakan, “Yesus adalah Jawaban.” Jangan tinggalin mereka kebingungan. Yesus itu Mahatahu, Saudara/i. Dia tahu masa depan kita. Bisa saja rupanya sakit gigi itu hanya diakibatkan karena kita lupa menggosok gigi selama 3 hari. Kalau kita sudah tanya Yesus, bisa saja kita menghemat biaya dokter gigi karena rupanya Yesus sudah tahu kalau besok sakit itu akan hilang dengan sendirinya atau mungkin memang Yesus mengharuskan kita periksa ke dokter gigi karena mungkin ada dokter yang pas butuh uang. Apapun yang Dia minta kita lakukan, kita harus mendengarkan dan lakukan. Kalau kita mencari Tuhan Yesus terlebih dahulu, maka dokter gigi itu bukan lagi merupakan jawaban akhir, melainkan bagian dari penyelesaian (bagian dari kalkulasi atau penyamaan) kondisi gigi kita – [Saya+Sakit_Gigi+(Dokter_Gigi)=Yesus]. Kalau persamaannya begini, maka ceritanya bahkan sebenarnya dokter gigi itu pun kita serahkan kepada Yesus. Atau bisa saja [Saya+Sakit_Gigi-Dokter_Gigi+Gosok_Gigi=Yesus]. Atau penyelesaian-penyelesaian yang lain yang Tuhan tanamkan di dalam hati kita. Hikmat Tuhan Yesus yang akan memberikan penyelesaian tambahannya yang sebelumnya tersembunyi atau faktor-faktor lain yang tidak kita ketahui ke depannya. Cara-caranya berbeda-beda. Hanya Yesus yang tahu. (Yeremia 33:3) Tuhan yang menjadikan kita bijak dalam menyelesaikan suatu masalah. Bisa saja ternyata kita adalah bagian dari penyelesaian masalah keuangan bagi anggota keluarga, teman kita, atau orang asing yang tak tahu datang darimana. Rupanya kita yang diminta oleh Allah Bapa untuk membantu seseorang misalnya. Kalau kita lewatkan kesempatan untuk bertanya kepada Yesus dulu, bukankah itu sangat disayangkan? Adalah suatu kehormatan apabila Saudara/i diminta oleh Tuhan untuk ‘membantu’ Dia (menjadi perpanjangan tangan-Nya). Jangan jadikan apa yang Dia minta kita lakukan sebagai beban hidup kita! Kalau Dia sudah minta kita lakukan, berarti Dia tahu kita sanggup untuk lakukan. Dia tak akan memaksa Saudara/i untuk beli Toyota Fortuner super murah yang bekas tabrakan dengan tiang listrik untuk orangtuamu di saat Dia tahu keadaan keuanganmu memang belum mencukupi. Ada persoalan apapun, tanya atau beritahu pada Yesus Tuhan terlebih dahulu; apakah itu mau membangun rumah dengan tangga-tangganya atau membina rumahtangga dengan kekasih kita, membuka usaha atau pelayanan, ataupun membantu seseorang atau memberi donasi. Ijinkan Dia campur tangan ke dalam hidup kita terlebih dahulu. Biarkan Dia yang menentukan masa depan kita. Tuhan Yesus itu hidup, jadi kita bisa berbicara kepada-Nya. Lihat saja para murid Yesus saat Bunda Maria menyuruh mereka pergi cari Yesus dan melakukan apa saja yang Yesus minta. Para murid itu taat dan pergi mendekati Yesus, lalu mendengar dan lakukan apa yang Yesus suruh. Hasilnya apa? Air menjadi anggur. Yang mentah menjadi sesuatu yang bisa diminum. Seperti saran Pastor Daniel, saat Roh Kudus berkata ‘A’, maka kita lakukanlah ‘A’. Bukan tanpa alasan Dia menciptakan manusia segambar dengan Dia lengkap dengan mata, telinga, hidung, mulut, tangan, dan kaki. Allah ingin kita mengetahui bahwa Dia bukan Tuhan yang tidak melihat keadaan kita. Setiap detil kehidupanmu, Dia perhatikan. Dia mendengar setiap keluh kesah kita seperti kita mendengar teriakan sakit anak-anak kita. Dia bisa berbicara dengan kita. Dia MAU berbicara kepada kita. Dia juga merasakan dan mengerti apa yang kita alami. Dia bisa memeluk kita. Dia senantiasa berjalan bersama kita. Dia akan ‘berjalan’ mencari kita saat kita tersesat. Di Bulan Desember ini mari kita mengingatkan diri kembali betapa baiknya Tuhan Allah itu yang telah mengaruniakan Yesus Kristus kepada dunia ini sehingga setiap yang percaya bisa memanggil Dia Bapa, dan yang datang kepada-Nya beroleh kelegaan.

Tuhan sudah menawarkan diri-Nya sebagai Jawaban terlebih dahulu (Yohanes 3:16) supaya kita juga punya kesempatan untuk mencari Dia terlebih dahulu (Matius 6:33). Bayangkan kalau hanya ada angka 15 di hadapan kita saat ini tanpa ada sedikitpun soal [1+1]-nya; mau atau tidak – suka atau tidak, kita harus tanya angka 15 ini. Demikian juga dengan Yesus, Dia hadir terlebih dahulu supaya kita bisa berhubungan langsung dengan Pencipta kita tanpa batas. Tuhan itu tanpa batas, tahu tidak? Jadi kalau mau berhubungan dengan Dia, kita juga harus tanpa batas. Dan satu-satunya jalan untuk bisa tanpa batas adalah berada di dalam Yesus yang tanpa batas. Sebelum ada segala sesuatu, Dia ada. Sebelum ada yang namanya surga, Dia sudah ada. Surga itu disebutkan hanya tahta-Nya saja. (Yesaya 66:1, Matius 5:34) Saya tidak tahu sebesar apa Surga itu, tetapi kalau Surga itu hanya tahta-Nya, saya tidak bisa membayangkan sebesar apa yang namanya ‘Istana’ Tuhan. Maksudnya apa, Saudara/i? Tak usah mencoba mengukur sebesar apa Tuhan itu lagi. Tak ada batas artinya tak terbatas oleh apapun. Oke, jadi Jawaban-Nya sudah ada – sudah tersedia. Kita tidak lagi sendirian dibiarkan oleh-Nya sibuk mencoba untuk menyelesaikan persoalan kita sendiri karena Dia tahu sebenarnya kita membutuhkan Dia. Dulu kita waktu masih sekolah, kita dikasih ujian di sekolah dengan soal-soal yang jawabannya harus kita dapatkan dalam waktoe jang sesingkat-singkatnja. Kita belajar berhari-hari hanya untuk menyelesaikan soal-soal hanya dalam 45-60 menit. Malah ada murid-murid yang penuh tekanan mencoba membeli kunci jawaban. Bayangkan kalau jawabannya sudah ada, apa lagi yang harus kita lakukan? Ya, tinggal tulis saja jawaban itu di kertas ujian. Dalam hidup ini, kita tidak perlu lagi mencari jawaban. Jawaban itu sudah tersedia. Anak-anak Tuhan memiliki hak istimewa dalam hal ini. Tinggal ‘tulis’ Yesus di atas kertas ujian kehidupan kita. Nanti Jawaban itu, yaitu Yesus sendiri, yang akan menjelaskan langkah tambahan yang harus kita selesaikan. Hidup kita akan benar-benar berbeda saat kita mendahulukan Yesus. Yang penting kita mau mendengar dan lakukan apa yang Dia minta maka baru bisa ada yang namanya persamaan (equation) dengan Kristus yang tepat sasaran. Kita hanya perlu pandang dan mendengarkan Dia. Bagaimana cara memandang? Saat engkau datang ke gereja, baca alkitab, berdoa atau saat bernyanyi sekalipun, hati dan pikiranmu selalu sepertinya haus akan kebenaran Kristus dan ingin mengenal Yesus yang ada di dalammu lebih dan lebih lagi. Saya percaya, saat-saat seperti itulah adalah saat engkau sudah memandang kepada Yesus, bukan memandang kepada keadaanmu sendiri. It takes Jesus to tell one of Himself. Hanya Yesus yang bisa menjelaskan tentang diri-Nya sendiri. Sekarang, saya percaya kita tidak lagi bingung menjelaskan kepada orang-orang di luar sana ataupun diri kita sendiri mengapa Yesus adalah jawaban bagi hidup mereka dan kita. Saudara/i sudah tahu bahwa tujuan kita katakan, “Yesus adalah Jawaban” kepada seseorang adalah agar supaya dia mau mencari, memandang kepada Jawaban itu dan bertanya kepada Yesus secara pribadi. Kita mau dia membangun kembali hubungannya dengan Yesus. Kita ingin dia mencari Yesus kembali. Secara kasatmata, bisa jadi sudah terlambat penyelesaian persoalannya, tetapi kita tetap harus membawa ataupun mengarahkan mereka kepada Yesus. Karena Dia bukan Tuhan yang terbatas oleh waktu. Biarkan Yesus yang menyingkapkan diri-Nya pada dia dan kita semua. Kita bukan penyelamat dunia, tetapi Yesus Kristus. Mungkin kedengarannya seperti terlalu mudah dikatakan daripada dilakukan, tetapi kebenaran Allah adalah kebenaran Allah. Kita harus percayakan hidup kita kepada Tuhan. Saudara/i ingin tahu apa yang namanya pewahyuan? Ingat satu hal ini, pewahyuan selalu menyingkapkan Yesus yang ada di dalammu. Carilah Yesus, maka semua akan disingkapkan untukmu. Di Alkitab dikatakan ‘Revelation of Jesus Christ’ (Pewahyuan Kristus Yesus), bukan ‘Pewahyuan Pastor Ini atau Pastor Itu’… Dekatkan diri kita pada Yesus dengan penuh keberanian seperti Yohanes yang bersandar pada dada Yesus dan, dengan penuh keyakinan, ketahuilah engkau adalah orang yang paling dikasihi oleh Tuhan Yesus. Senantiasa dengarkan Yesus, Dia mau menceritakan banyak hal kepadamu. Saat kamu takut, dengan penuh harapan, engkau percaya bahwa Dia adalah Tempat Persembunyianmu. Dia Tuhan yang melindungi engkau selama-lamanya. Dialah Kekuatanmu. Dialah Jawaban bagi setiap masalah kita. Mari kita tutup mata sejenak, pandanglah Dia, serukan nama-Nya dan dengarkan Dia memanggilmu – Dia sedang berbicara kepadamu. Serukan, “Kaulah Pelindungku, Tuhan Yesus…” Haleluyah!

AGF, 23 Desember 2017, Hugo Yongan

Leave a comment

Mulai Percakapan
Butuh bantuan?
Shalom, selamat datang di AGFamily!
Apakah ada yang bisa kami bantu?
Kami akan segera hubungkan Anda
dengan Admin/Pastor yang bertugas!