Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

 

Shalom,

Kami bersyukur pada-Mu ya Bapa di Surga, terima kasih buat kasih-Mu yang tak berkesudahan. Kami bersuka atas perjumpaan bersama sesama saudara-saudari kami yang terkasih pada pagi hari ini. Terima kasih buat berkat-Mu bagi kami semua, ya Bapa yang baik. Terima kasih, Roh Kudus, atas kasih-Mu bagi kami. Tiada henti-hentinya Engkau menjaga dan merawat kami. Kami percaya bahwa kami aman bersama-Mu. Terima kasih karena Engkau senantiasa mengingatkan kami bahwa Anak-Mu, Yesus Kristus, adalah Kehidupan kami sekarang. Kami ada sebagaimana Engkau ada. Tuhan Yesus, terima kasih buat segala-galanya. Engkau yang melayakkan kami, menjadikan kami berharga di hadapan Bapa. Engkau telah menjadikan segalanya indah pada waktu-Mu. Engkau yang memimpin kami keluar dari ‘tanah Mesir’ kami. Hanya di dalam nama-Mu kami berdoa. Amin.

Apa kabar, Saudara/i? Semua baik-baik saja? Jika ada yang membutuhkan doa, konseling, ataupun mempunyai pertanyaan lain yang mengganjal di hati, silahkan hubungi para pemimpin Agape Grace Fellowship sesudah ibadah selesai. Sejak dari 2000 tahun yang lalu, mereka sudah siap sedia menunggu Saudara/i. Jadi jangan lewatkan kesempatan langka ini. Haleluyah! Para pemimpin di sini suka menyuguhkan Yesus bagi Saudara/i yang lapar dan haus akan Tuhan. Saya percaya hanya Tuhan Yesus yang Saudara/i butuhkan. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan Kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. (Matius 5:6) Ya, Kebenaran itu bisa dimakan dan diminum secara rohani. Caranya? Saat kita menyediakan waktu berdoa kepada Tuhan, saat kita menyembah Dia, saat kita membaca atau belajar Firman Tuhan, saat kita mendengarkan khotbah hari ini misalnya, itu artinya kita sudah makan dan minum Kebenaran itu. Kita sudah mengambil bagian dalam Kebenaran saat kita mendekat kepada-Nya. Oh, benarlah hanya Kebenaran saja yang bisa memuaskan rasa lapar dan dahaga kita!! Apa sih Kebenaran itu? Tuhan Yesus menjawab di Yohanes 14:6, “Akulah Jalan dan Kebenaran dan Hidup.” Artinya Kebenaran itu memang bukan tentang kita, tetapi Yesus Kristus. Ketika Yesus diikuti oleh banyak orang dari Galilea, Dekapolis, Yerusalem, Yudea, dan seberang Yordan setelah Dia menyembuhkan orang-orang yang sakit dari penderitaan mereka, lalu Dia naik ke atas bukit dan mulai berbicara* dan mengajari mereka yang mengikuti Dia. Dalam bahasa Inggris, terjemahannya untuk “mulai berbicara” adalah “membuka mulut”. Dalam bahasa Yunani, arti terjemahannya lebih jelas lagi yaitu “membuka mulut”. Apa yang mau Roh Kudus tekankan di ayat ini? Oke, mari kita lihat ayatnya, Matius 5:2-10, “Kemudian Dia (mulai berbicara (ITB)*) membuka mulut-Nya dan mengajari mereka, kata-Nya:…” Ayat-ayat selanjutnya bisa kita baca nanti. Kalau dipikir-pikir, mengapa tidak ditulis saja, “Kemudian Dia mengajari mereka dan berkata:…”? Bagi saya, sepertinya ada pesan tersembunyi. Roh Kudus mengingatkan saya akan kata “mulut”. Saya teringat sewaktu Yesus dicobai oleh iblis di padang gurun, Dia berfirman, “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” (Matius 4:4) Yesus Kristus memperlihatkan kepada kita sebenarnya Dialah Firman itu sendiri yang akan meneguhkan ataupun menggenapi apa yang sudah keluar dari mulut-Nya. Secara tidak langsung Dia menyatakan diri-Nya kepada dunia bahwa Dia adalah Tuhan itu sendiri. Dialah Kebenaran yang keluar dari mulut Allah seperti yang ditulis di dalam Kitab Yesaya 45:22-23, “Berpalinglah kepada-Ku dan biarkanlah dirimu diselamatkan, hai ujung-ujung bumi! Sebab Akulah Allah dan tidak ada yang lain. Demi Aku sendiri Aku telah bersumpah, dari mulut-Ku telah keluar kebenaran, suatu firman yang tidak dapat ditarik kembali.” Kemudian Kitab Yesaya 55:11, demikian firman Tuhan, “… demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.” Saya melihat Yesus di ayat ini. Bagaimana dengan Saudara/i? Mari kita lanjut baca Matius 5:3-10, “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.” Terjemahannya di sini dalam bahasa Indonesia tertulis “berbahagialah”, tetapi kalau dalam bahasa Yunani, yaitu makarios, mempunyai makna yang lebih dari sekedar bahagia, yaitu “diberkati” dari sudut pandang Tuhan terhadap hubungan-Nya dengan seseorang dimana perasaan negatif atau kondisi yang tidak menguntungkan bagi orang tersebut tidak mempengaruhi statusnya tetap sebagai yang diberkati. Jadi meskipun seseorang sedang dalam keadaan kekurangan, banyak masalah, ataupun masih sakit misalnya, hal itu tidak mempengaruhi bahwasanya dia tetap orang yang diberkati. Ini bukan masalah menyenangkan hati sendiri dengan berpikir positif, ya? Ini adalah mengenai sudut pandang Tuhan. Ini adalah berkat-berkat yang Tuhan Yesus firmankan pada awal-awal pelayanan-Nya sesudah Dia dibawa ke padang gurun untuk dicobai oleh iblis. Kalimat-kalimat yang diucapkan oleh Yesus ini sederhana saja, Bapak/Ibu, tetapi yang terutama adalah siapa yang berbicara. Itu berkat keluar dari mulut Tuhan sendiri. Wow! Nah, contohnya bila kita bandingkan Pastor Prince dengan saya. Jikalau saya yang berkata sesuatu, wajar kalau ada orang di luar sana yang anggap remeh. “Maunya Pastor Prince yang sebutkan lah, biar lebih afdal gitu loh (lebih mantap),” katanya. Well, kalau kita bisa menangkap betapa pentingnya siapa yang berbicara atas hidup kita, maka seharusnya Firman Kristus itu kita utamakan lebih dari segalanya. Yang percaya katakan Amin?! Saudaraku yang terkasih, Tuhan Yesus sangat baik! Dia sungguh peduli dengan orang banyak yang mencari Dia. Kalau saya baca ayat-ayat tersebut, sepertinya Tuhan Yesus memberikan jaminan perlindungan berkat bagi mereka bahkan sebelum diri-Nya diserahkan pada kematian. Dia mengunci berkat-berkat itu bagi mereka supaya tidak ada yang bisa mengutak-atik sebelum waktunya. Dia melindungi anak-anak Israel dengan firman-Nya. Bagi orang-orang di luar sana, mereka mungkin berkata bahwa Yesus meletakkan mantra untuk melindungi anak-anak Israel. Saudara/i masih ingat kisah Balak Raja Moab yang memerintahkan Bileam untuk mengutuk Israel? Tiga kali gagal karena Tuhan merintangi Bileam. Malah yang keluar dari mulut Bileam adalah ucapan berkat dari Tuhan Allah sendir bagi Israel. Apakah yang Bileam katakan pada Balak akhirnya? “Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta dan bukan juga anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya? Ketahuilah, aku mendapat perintah untuk memberkati, dan apabila Dia memberkati, maka aku tidak dapat membalikkannya. Tidak ada ditengok kepincangan di antara keturunan Yakub, dan tidak ada dilihat kesukaran di antara orang Israel. TUHAN, Allah mereka, menyertai mereka, dan sorak-sorak karena Raja ada di antara mereka.” (Bilangan 23:19-21) Waktu itu belum ada raja tetapi saya percaya ‘Raja’ yang di ayat ini adalah Tuhan Yesus (masih merupakan Firman). Dalam bahasa Inggris, disebutkan “The shout of the King (Teriakan Raja).” Saya tidak tahu dengan Saudara/i yang pandai menerjemahkan, tapi saya bacanya begini: “Teriakan sukacita Raja atau sorak-sorai Raja ada di antara mereka.” Jadi tersambung dengan Matius 5:2 tadi dimana Yesus membuka mulut menyuarakan berkat dan bisa jadi Dia juga menguatkan suara-Nya sedikit karena banyaknya orang yang hadir. Ya, Anak Allah sendiri yang berkata lewat mulut Bileam. Nama Bileam itu artinya orang asing. Yesus itu adalah orang asing. Dia bukan berasal dari dunia. Nama Balak artinya penghancur. Iblis adalah penghancur. Di padang gurun, si iblis mengulangi kerjaannya untuk mengutuk manusia. Dia ingin manusia tetap terkutuk dengan harapan Yesus gagal dicobai waktu itu. Kalau Tuhan memberkati bangsa Israel dengan ucapan berkat seperti kisah Bileam itu, terlebih lagi bagi kita orang percaya, setiap berkat yang Tuhan Yesus firmankan kepada kita tidak bisa Dia tarik kembali dan pasti berhasil dinyatakan dalam kehidupan kita. Amin? Tidak ada yang bisa menghentikan-Nya ketika Dia mulai membuka mulut. Maksudku bukan cerewet ya?! Bapa di Surga tidak akan mengijinkan orang lain selain Yesus untuk memberkatimu. Kalau kurang meyakinkan, mari kita lihat kembali Matius 4:4. Kata kerja ‘keluar’ dalam Matius 4:4 ini juga mempunyai arti menyorot atau menonjolkan sesuatu/seseorang. Contohnya seperti proyektor yang kita pakai di gereja ini. Jadi maksudnya adalah apa yang berlaku di Surga, berlaku juga di bumi bagi orang-orang yang percaya. Dan yang luar biasa adalah hasil sorotan itu menjadi besar sekali, diperkuat atau diperjelas sehingga tidak ada alasan untuk Firman-Nya tidak bisa dinyatakan. Tuhan Yesus hanya akan mengeluarkan perkataan berkat dari mulut-Nya seperti yang dikehendaki oleh Bapa di Surga seperti sebuah Proyektor Surgawi. Apa yang Dia dengar dari Bapa, itu yang akan Dia sampaikan buat kita. Wuih, jauh sebelum manusia menciptakan proyektor, di Surga sudah ada Satu. Firman itu tetap sama, tidak berubah dari dulu, sekarang sampai selamanya, namun pengaruh-Nya dalam kehidupan kita akan bertambah besar setiap waktu melalui Yesus Kristus. Mungkin kita belum menyadari akan pertumbuhan itu, namun itu sudah terjadi. [[ Contoh: Lihatlah anakku, Chris. Sepuluh tahun yang lalu dia masih bisa ku gendong dari kepala sampai kaki dengan satu tangan, sekarang tidak bisa lagi. Saya rasa dia sendiri pun tidak mengerti proses pertumbuhannya. Tetapi dia tetap adalah Chris, anaknya si Yong An itu. Saudara/i masih ingat Doa Bapa Kami yang berbunyi, “… datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga.”? (Matius 6:10) Haleloyah! Saudara/i percaya Sang Mesias yang dinanti-nantikan itu sudah datang? Saya percaya! Maka dari itu, kehendak Bapa di Surga untuk kita terjadilah dalam kehidupan kita di bumi ini, saat ini juga sampai selamanya! ]] Tuhan Yesus adalah Berita Buruk bagi iblis. Dia sudah menyelesaikan perkara-perkara kita dengan menjadi kutuk yang seharusnya menimpa kita dan Dia bangkit pada hari yang ketiga dengan penuh kemenangan, mengangkat kita bersama-sama dengan-Nya! Dia sudah selesaikan segala persoalan hukum yang menjerat kita semua – sekali untuk selamanya. Jadi berkat Allah Bapa yang telah dijanjikan-Nya lewat Abraham tidak bisa dibantah lagi. Perjanjian-Nya menjadi lebih kuat melalui Tuhan Yesus Kristus. Bukankah itu adalah Kabar Baik bagi kita semua? Kita yang dulunya adalah orang-orang yang tak punya hak apa-apa, tiba-tiba diangkat menjadi anak-anak Allah Bapa! WOW! Seperti kena lotere! Tidak ada yang bisa kita sombongkan dari diri kita ini. Yang memilih kita pun adalah Tuhan Allah sendiri. Di Alkitab dikatakan bahwa Tuhan sendiri yang mencangkokkan kita kepada Pohon Zaitun sejati. (Roma 11:24)

Jadi, seperti yang saya jelaskan dari awal tadi, kita perlu makan dan minum Kebenaran-Nya. Untuk apa? Seperti halnya Raja Salomo yang hanya meminta hikmat Tuhan saat malam tiba, begitu juga kita seharusnya mencari Yesus terlebih dahulu dalam kegelapan dunia ini. (Matius 6:33) Tidak usah bingung Tuhan berada dimana. Saudara/i yang terkasih, Tuhan Yesus itu tidak jauh dari kita ataupun terkesan dekat dengan kita. Tetapi Dia ada bersama kita. Saat kita bicara tentang Tuhan, jangan melihat Dia dari persoalan bentuk, waktu ataupun jarak. Tetapi lihat Dia dalam roh tanpa batas… dengan mata rohani kita yang sudah Dia celikkan saat kita percaya kepada Yesus sang Juruselamat. Yang perlu kita sadari adalah bahwa kita sudah menjadi bagian dari-Nya. Kita sudah menjadi satu dengan Dia. Yesus adalah Kepala dan kita tubuh-Nya. Saya rasa “Sumber Daya Tuhan” ini atau bahasa Alkitabnya adalah Pikiran Kristus yang begitu berkuasa seperti Dia ini akan menjadi sia-sia kalau kita tidak mau berhubungan langsung dengan-Nya. Bersama Tuhan bukan lagi masalah waktu ataupun jarak, melainkan hal kesatuan. Begitu besarnya Bapa menghargai hubungan, Beliau rela menyerahkan Anak-Nya yang Tunggal hanya untuk menjadikan kita anak-anak-Nya. Kalau itu tidak cukup, Dia bisa menjelaskan hubungan kita dengan-Nya lewat istilah Perkawinan –  Ya, Kristus dengan mempelai-Nya, dan juga hubungan suami dengan istrinya. Kalau hal itu juga belum mencukupi, Dia menggunakan istilah Kepala dan Tubuh hanya supaya kita bisa tahu bahwa Dia benar-benar mengasihi kita. Kalau masih tak mengerti, Dia kasih contoh seperti hubungan pohon zaitun dan cabang-cabangnya. Untuk apa Dia lakukan semua itu? Untuk kebaikan kita tentunya.

Yang terpenting adalah bagian kita untuk tetap makan Firman Kristus. Masalah makan dan minum ini ibarat kebiasaan atau rutinitas kehidupan kita. Kita perlu membangun kebiasaan dalam memakan Firman Kristus secara terus menerus. Jangan frustasi dengan rutinitas. Jangan meremehkan hal kebiasaan yang selalu kita lakukan. Bersabarlah dan ijinkan Tuhan melatih kita atas rutinitas yang satu sampai kita siap untuk rutinitas yang lain. Contoh: Multimedia AGF sudah menjadwalkan beberapa orang untuk mengoperasikan komputer setiap minggunya. Namun karena ada yang terlalu lama gilirannya, banyak hal yang sudah dipelajari terlupakan dan itu mempengaruhi banyak hal lain. Bukan karena kita tidak bisa, tetapi lebih disebabkan oleh waktu ibadah yang hanya seminggu sekali, durasi latihan, mungkin belum ada cara penanganan teknis kejadian luar biasa misalnya aplikasi komputer tiba-tiba ‘hang’, terlambat datang, tambahan lagu di luar jadwal, dan sebagainya. Biasanya kalau kita tidak sering-sering ada jadwal atau sering-sering latihan, pas komputer tersedak atau WL tiba-tiba tukar lagu, kita bisa terkejut setengah hidup. Akan lebih bagus kalau kita sering-sering mendapat jadwal atau pelatihan. Efek terkejutnya secara otomatis pasti akan lebih berkurang, sampai suatu saat nanti kita akan terbiasa dan mahir dan malahan bisa membuat orang lain yang terkejut dengan mematikan mic orang misalnya. Nah, di sini lah yang bisa menjadi ladang pelatihan bagi kita kalau kita tidak menyerah. Demikian juga dengan bidang musik, semua kan harus ada latihannya. Saya tidak tahu banyak tentang musik ya, tapi saya sangat kagum dengan para pemusik AGF yang bisa latihan pada detik-detik terakhir sebelum ibadah dimulai. Saya percaya mereka pasti sudah sangat terlatih dan diberkati tentunya. Pengkhotbah-pengkhotbah AGF juga luar biasa seperti yang pernah saya bilang tentang Ps Daniel yang menggantikanku tiba-tiba. Jemaat-jemaat AGF juga luar biasa hati mereka untuk Tuhan Allah. Mereka lebih memilih makan Yesus di AGF daripada makan angin di luar sana. Sungguh suatu kehormatan bagi kami untuk bisa menyajikan Yesus buat Bapak/Ibu sekalian.

Dan latihan-latihan kehidupan seperti mengoperasikan komputer, bernyanyi, baca Alkitab, berdoa, olahraga, menjaga anak, kerja, sekolah, makan nasi, minum air, dan sebagainya itu bisa terlihat membosankan dari waktu ke waktu. Jujur saja, saya juga merasakan betapa pentingnya rutinitas itu meskipun sering kali gagal melakukannya. Misalnya saya ‘masih’ gagal dalam hal olahraga secara rutin. Saya tahu olahraga adalah salah satu dari sekian banyak rutinitas yang akan membentuk pertumbuhanku. Tetapi karena saya tidak terus-menerus menekuninya, akhirnya saya tambah jauh dari olahraga karena terkesan membosankan. Firman Tuhan juga demikian, saya percaya. Kita belajar terus, makan Firman terus, berdoa terus menerus… nantinya semua itu akan membentuk pertumbuhan kita langsung ataupun tidak langsung. Kalau kita tidak bersedia ‘membentuk’ kerohanian kita, lama-lama Tuhan bisa seperti jauh sekali. Contoh sederhana lainnya, membuang gelas minuman pada tempatnya di gereja juga bisa melatih kita untuk bersyukur pada Tuhan buat air minum yang telah disediakan. Bukan hanya bisa bersyukur, efek lainnya adalah kita lebih mengerti bahwa bersih itu indah bagi gereja dan keluarga misalnya. Atau nantinya bisa lebih menghargai setiap tetesan air yang tersisa banyak karena hanya diminum separuhnya. Air itu seperti Firman Tuhan, jangan biarkan itu terbuang sia-sia. Tuhan mau membentuk kita dan Dia juga mengerti kita maunya cepat-cepat berpulang ke Surga asalkan Yesus yang datang duluan. Tuhan mengerti kita mau bertumbuh, kita mau lebih bertanggungjawab, tetapi Dia tidak mau kita terburu-buru… karena pertumbuhan juga berarti lebih banyak masalah yang harus ditangani, dan akan ada hal-hal yang lebih rumit ke depannya. Tetapi di akhir ceritapun, hal-hal yang paling dekat dengan penyelesaian masalah atau bertahan dalam dunia yang gelap ini adalah melakukan apa yang mungkin kita sebut sebagai rutinitas – seperti menjaga anak, belajar, bekerja dan lain-lain, itulah yang akan menguatkan kita dan membangun karakter kita. Contoh tadi ku katakan tentang multimedia gereja, lebih sering mereka lakukan itu, maka mereka akan menjadi lebih tabah kalau komputernya sering-sering ‘hang’, misalnya. Tugas multimedia adalah tugas yang terhormat. Ingat itu, anak-anakku! Kalian itu juga adalah mulut Yesus untuk menyanyikan berkat bagi orang banyak lewat pujian dan penyembahan dari tim musik dan juga bagi Yesus untuk menyampaikan Firman-Nya lewat para pengkhotbah di gereja ini. Ini yang Bapa ingin dari anak-anak-Nya, menjadi kuat di dalam setiap cobaan yang datang, tidak goyah saat diterpa badai kehidupan. Saudara/i semua adalah orang-orang yang diberkati. Ingat itu. Kalian memiliki Yesus. Di luar sana, mereka juga mengerti tentang ketabahan dalam cobaan. Mereka mencoba bertahan dengan kekuatan mereka sendiri. Mereka tidak memiliki Yesus sebagai sandaran saat mereka gagal. Tanya diri kita masing-masing, siapakah Yesus bagi diri kita? Is Jesus your Everything? Apakah Yesus segala-galanya bagi kita? Utamakan Tuhan, Bapak/Ibu yang tercinta dalam Kristus Yesus!

Saya kasih tahu, Tuhan Yesus menginginkan kita terus-menerus bersandar (rest) pada Kasih-Nya. Mungkin kita masih bisa mempertanyakan kasih-Nya saat melihat keadaan dunia ini yang kacau-balau, tetapi Dia senantiasa akan tunjukkan kasih-Nya kepada kita. Dia tahu bahwa Dia sudah menjelaskan kepada kita di Alkitab tentang hari-hari yang jahat yang akan terjadi di masa yang akan datang misalnya, tetapi kita tetap tidak bisa menerima ‘penjelasan’-Nya… kita mau menunggu yang versi lengkap dengan efek suara-Nya yang bergema-gema. Saya kasih tahu kembali, efek bergema-gema itu sudah terjadi sejak 2000 tahun yang lalu dan sampai sekarang masih bergema-gema dari mulut Yesus di dalam Alkitab. Cuma kita yang tidak mendengarkan-Nya. Kita sibuk dengan hal lain. Mungkin karena tulisan yang di Alkitab terlalu gampang dihafal kali ya?! Sebagai orangtua, kita akan berupaya mengemas kata-kata untuk menjelaskan sesuatu hal kepada mereka. Sesudah kita jelaskan sampai ludah pun sudah bertaburan kemana-mana, besoknya mereka tetap akan melakukan hal yang sama atau bertanya kembali pertanyaan yang sama. Mungkin karena mereka tidak percaya, atau tidak mengerti, atau lupa sama sekali. Tetapi seiring waktu berjalan, saat mereka sudah mulai dewasa, mungkin kita tetap akan memberikan jawaban yang sama seperti yang dulu kita lakukan saat mereka masih kecil. Tetapi sekarang ada perbedaan, cara pikir mereka sudah berbeda dan sudah bisa menerima apa yang pernah kita coba jelaskan pada mereka 4-5 tahun yang lalu misalnya. Demikian juga dengan Tuhan, dengan panjang sabar Dia tetap merawat, mengajari kita dan mencoba untuk menjelaskan sesuatu pada kita dengan berulang-ulang melalui Pribadi Roh Kudus. Dia menjelaskan banyak hal kepada kita dengan tidak tergesa-gesa. Roh Kudus adalah Pribadi orangtua yang penuh pengertian. Seorang ibu tidak akan memberikan persoalan matematika tingkat perkuliahan pada anaknya, bila anaknya masih berumur 5 tahun misalnya. Seorang ayah tak akan membeli mobil sport buat anak kecilnya yang masih berumur 7 tahun, hanya karena anaknya merengek minta mobil. Seperti halnya dengan anak kecil, kita juga sering ingin penjelasan atau penyelesaian yang terkesan instan. Maunya masalah kita cepat-cepat diselesaikan oleh Tuhan secara ajaib. Kita menginginkan yang heboh-heboh sedangkan kita sendiri belum siap. Kata si A, “Maunya Tuhan kasih langsung 10 milyar rupiah daripada susah-susah kerja tak menentu.” Kata si B, “Tak usah 10 milyar, 1 milyar saja, ya Tuhan, saya pasti akan bangun gereja buat Engkau!” Saudara/i, bukan kita saja yang inginkan hal-hal seperti itu, Tuhan pun ingin memberkati kita, malah lebih dari apa yang kita sanggup minta. Cuma pertanyaannya adalah, “Apakah kita sudah siap?” Saya tidak tahu dengan Saudara/i, tapi saya mungkin tidak akan siap kalau Ps Iskandar hari ini tiba-tiba hadir dan kasih uang 100 milyar rupiah pada saya di sini juga, bisa jadi minggu depan saya itu tidak akan ke gereja dulu – alias ambil cuti dulu… untuk mencari rumah baru… di Kanada! Sayang sekali dia dan keluarganya tidak hadir karena ada acara bersama sanak saudara yang datang dari jauh. Bayangin! 100 milyar! Saya belum siap terima 100 milyar di tangan, bakalan tertimpa karena pasti berat sekali.

Akhir kata, Saudara/i yang terkasih, Bapa di Surga akan pastikan kita bertumbuh dewasa… Itu benar adanya. Tidak usah kuatir. Dia mau kita matang dalam segala aspek kehidupan. Dan pertumbuhan itu tidak akan tercapai sempurna kalau kita tidak melewati ladang-ladang pelatihan-Nya. Dia mau kita hidup penuh kelimpahan di dalam Kristus Yesus. Semuanya sudah Dia susun. Bagaimana caranya? Mulailah perkatakan berkat dalam kehidupan kita, bagi kesehatan, keluarga, bisnis, pekerjaan, pendidikan, teman, dan lain-lain. Tak terjadi apa-apa? Tidak usah kuatir, tetap dengarkan Yesus dan ijinkan hati untuk tetap percaya bahwa Dia memberkati kita. Ijinkan Dia memberkati orang lain lewat mulut kita. Jangan kita menolak Dia yang berbicara dari Surga. Dia tidak pernah menyampaikan pesan kutuk pada manusia karena di dalam Dia tidak ada kutuk. Haleluyah, di dalam Yesus, kutuk dari si jahat akan diubahkan menjadi berkat. Dan tidak ada seorangpun yang sanggup mengutuki kita, sebab Yesus sudah menyatakan berkat buat kita semua terlebih dulu. Tidak usah pakai acara kecewa segala pada Tuhan kalau belum ada manifestasi. Bapa di Surga mengerti mengapa kita bisa kecewa, tetapi hari ini Dia hanya mau katakan pada kita bahwa Dia tidak pernah berhenti mencintai kita. Dia tidak mau kita terus-menerus memandang pada kekecewaan kita. Dia mau kita kuat. Dia hanya mau kita menikmati kasih-Nya. Terpujilah Yesus Kristus yang memungkinkan semua itu terjadi! Saat Yesus membuka mulut-Nya dan berseru, “Telah selesai!” (Tetelestai) Itu berarti tidak ada lagi yang mustahil bagi kita yang percaya sesuai kehendak-Nya. Demikian juga telah selesai khotbah hari ini. Terima kasih buat segala-galanya, Tuhan Yesus. Sebentar lagi kami akan mengambil bagian dalam Perjamuan Kudus untuk memperingati Engkau sampai Engkau datang kembali.

 

 

Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: “Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku.”

Demikian juga dibuat-Nya dengan cawan sesudah makan; Ia berkata: “Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu.”

 

Siapa yang berkata demikian? Benarlah apa yang ada pada tanganmu adalah tubuh dan darah Kristus, sebab itu keluar dari mulut Tuhan Yesus sendiri. Inilah perkataan dari Surga itu maka jadilah seperti yang Tuhan kehendaki atas dirimu, di Bumi seperti di Surga. Apa yang berasal dari Surga ada bersamamu juga saat ini dan sampai selama-lamanya. Diberkatilah engkau dimanapun berada dan diberkatilah engkau dalam masa pelatihanmu di Bumi. Diberkatilah anak-cucumu, usaha dan pekerjaanmu baik yang kecil maupun yang besar. Diberkatilah kesehatan dan rumahtanggamu. Diberkatilah engkau dalam setiap langkah dan tingkahmu demi nama Tuhan Yesus! Yang percaya mari sama-sama kita makan dan minum. Amin.

Dikhotbahkan oleh: Hugo Yongan, 21 Januari 2018, AGF

Leave a comment

Mulai Percakapan
Butuh bantuan?
Shalom, selamat datang di AGFamily!
Apakah ada yang bisa kami bantu?
Kami akan segera hubungkan Anda
dengan Admin/Pastor yang bertugas!