Haleluyah! Shalom!
Sungguh senang dapat bertemu dengan Anda semua kembali! Saya sangat bangga dengan Anda semua, bukan karena kedatangan Anda ke Agape Grace Fellowship, tetapi karena Anda telah memilih bagian yang terbaik dalam pelayanan dari Yesus Kristus. Anda datang kemari untuk mendengarkan Firman-Nya seperti Maria yang duduk diam dan mendengarkan Yesus. Daripada pergi ke pusat perbelanjaan, Anda telah memilih untuk datang ke AGF. Tetapi tentu saja sekarang Anda sedang mendengarkan saya. Saya tidak menyatakan semua yang saya katakan pada Anda adalah milik pribadi. Saya juga adalah seorang murid seperti Anda semua. Saya mempunyai seorang guru yang luar biasa yang sudah memberikan hidupnya bagi Indonesia. Dan saya memiliki seorang gembala yang peduli dengan domba-dombanya lebih daripada gembala lain yang pernah saya jumpai. Dan saya memiliki keluarga yang mendukung saya. Tetapi, saya tidak dapat hidup tanpa Kepalaku, yakni Tuhan Yesus Kristus, yang begitu mengasihiku, juga mengatakan pada Anda semua bahwa Dia juga mengasihi Anda semua – tidak kurang dan tidak lebih. Anda adalah gambaran yang cantik dari Tubuh Kristus yang sempurna. Saudara/I terkasih, saya hanya bisa terdiam tanpa Yesus. Ya, saya juga tidak bisa bicara tanpa catatanku, tetapi saya percaya Roh Kuduslah yang mengilhami kita semua untuk melakukan segala hal yang berhubungan dengan Yesus. Jika Anda berpikir bahwa Anda mau mengabarkan Injil atau melakukan pelayanan misionaris lainnya sekalipun, jangan berpikir bahwa ide itu datang darimu. Karena kedaginganmu akan otomatis mengatakan padamu bahwa menonton televisi di rumah jauh lebih baik daripada keluar rumah untuk menyatakan Yesus. Semua yang berhubungan dengan Yesus tidak semata-mata datang dari kita sendiri. Itu adalah Roh Kudus yang memberikan hasrat kepadamu. Roh Kuduslah yang memimpin pada pertobatan. Mungkin suatu waktu kita tidak mau lagi berbicara tentang Yesus, karena kita merasa letih, sakit ataupun kecewa, tetapi itu bukan berarti hasrat itu hilang. Tuhan masih bekerja di dalam kita. Tidak tidak akan pernah menyerah. Ingat bahwa Dia mencintaimu. Yesuslah yang menggerakkan kaki-kaki-Nya ke ladang misi. Yesuslah yang menggerakkan tangan-tangan-Nya untuk menjangkau orang-orang yang miskin, yang terluka, dan yang terhilang.
Galatia 3:28 menyatakan, “Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus.” Bagaimanapun keadaanmu, Yesus sungguh mencintaimu. Saya mau membagikan suatu pesan mengenai laki-laki dan perempuan sore hari ini. Hal ini sudah ada di dalam hati saya untuk beberapa waktu, tetapi sebelumnya saya tidak bisa menyatakan hal ini secara resmi. Satu dari banyak alasan adalah bahwa saya belum pernah mendengar orang lain mengkhotbahkan tentang pesan ini. Jikalau Anda sudah pernah mendengar, setidaknya saya tahu bahwa ini adalah suatu konfirmasi. Jadi Anda adalah orang-orang kudus yang diberkati untuk menerima pesan ini, dan saya berdoa Anda semua dimerdekakan hari ini. Ada beberapa peristiwa dalam beberapa bulan ini yang membuat saya ingin membagikan pesan ini. Saya percaya hari ini adalah hari yang tepat untuk itu. Anda siap? Baiklah… berapa banyak dari Anda yang sudah memikirkan mengapa Tuhan kelihatannya membuat wanita lebih rendah dari pria? Sejarah dunia membuktikan bahwa perempuan sudah menderita diskriminasi baik secara fisik maupun mental sejak jaman penciptaan Adam dan Hawa. Perempuan selalu bertanya-tanya apa yang sebenarnya sedang terjadi. Apakah yang mereka perbuat sehingga mereka menerima keadaan ini? Hawa? Siapakah Hawa? Apakah Tuhan itu berbentuk laki-laki sehingga dia menciptakan perempuan kurang beruntung daripada laki-laki? Pakar Teologi seperti Santo Jerome, seorang bapak Latin dari gereja Kristen, mengatakan: “Wanita adalah gerbang dari iblis, jalan kejahatan, sengat ular tua, ya… maksudnya wujud yang berbahaya.” Kalau saya adalah perempuan, saya akan sangat tidak senang dengan pernyataan demikian. Jawaban-jawaban seperti “Perempuan adalah penyebab jatuhnya semua manusia! Itu karena Hawa yang gila itu yang begitu lemah! Hawa tidak mendengar perintah Tuhan secara langsung!” Ya benar, Hawa tidak menerima perintah itu dari Tuhan sendiri. Jadi, Adam pastinya harus memberitahukan kepadanya akan hal itu, kan? Kalau tidak, Hawa tidak akan menjawab ular tua itu sama sekali. Tetapi mengapa kesalahan itu harus menjadi tanggungan perempuan saja? Begitu dalamnya kebohongan ini, mereka membunuh citra perempuan selama ribuan tahun. Saya kira ini adalah satu hal yang iblis (atau penuduh) itu pandai lakukan bahkan sesudah dia dikalahkan – pandai menipu. Tuhan Yesus berkata dalam Yohanes 10:10a, “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan.” Tetapi hal ini akan berubah mulai hari ini. Jadi, apakah benar semua ini karena Hawa yang salah menerjemahkan perintah Tuhan? Apakah dia begitu bodohnya sampai jatuh dalam jebakan iblis? Sebagai catatan, Adam dan Hawa diciptakan secara sempurna. Bagaimanapun juga, Tuhan sudah mengetahui bahwa manusia akan jatuh. Baik laki-laki ataupun perempuan, pada akhirnya manusia akan jatuh. Jika bukan Adam atau Hawa, KITA juga akan jatuh. Kadang kala kita begitu sombongnya berpikir kita dapat melakukan hidup ini lebih baik dari Adam dan Hawa. Saya lakukan itu satu waktu. Saya katakan pada Tuhan kalau saja itu saya, saya tidak akan makan buaian iblis untuk makan buah itu. Dan Anda mau tahu apa jawaban Tuhan? Akan saya ceritakan nanti! Pokoknya adalah setiap laki-laki ataupun perempuan akan jatuh, bagaimanapun juga ceritanya. Apakah itu Adam atau salah satu dari kita di sini, manusia akan jatuh. Saya selalu mempertanyakan satu hal ini begitu lama: Mengapa Hawa yang harus dicobai dahulu? Kita dapat membaca dalam Kejadian 3:1 dimana ular membuka percakapan dengan Hawa. Mengapa, mengapa, mengapa dan mengapa? Apakah karena Hawa lebih bodoh dari Adam? Beberapa pengkhotbah akan mengatakan bahwa Adam dan Hawa itu seperti orang bodoh seperti dalam film ‘Dumb and Dumber’. Pernahkah Anda menonton film ini yang dibintangi oleh Jim Carrey dan Jeff Daniels di tahun 1994. Ya, pengkhotbah-pengkhotbah selalu menggambarkan Adam akan berbicara seperti, “DUUH!” tetapi kita mengerti mungkin mereka sedang bercanda, bukan? Jika Adam berbicara seperti itu, jadi Hawa mungkin lebih buruk dari itu jika kita katakan dia lebih bodoh dari Adam. Kita mungkin juga berpikir kalau perempuan secara umum tidak lebih pintar dari laki-laki dikarenakan oleh Hawa. Tetapi ingat bahwa manusia diciptakan segambar dengan Allah dan manusia diberikan otoritas atas ciptaan-ciptaan Allah. Tuhan tidak akan menciptakan seorang idiot untuk menjaga milik-Nya, bukan? Apalagi jika manusia haruslah yang menamakan semua binatang. Anda tidak bisa memberi nama kalau Anda hanya bisa bilang DUH setiap waktu.
Yang kuinginkan sore hari ini adalah mematahkan pola pikir kita yang lama. Saya berdoa bahwa baik laki-laki maupun perempuan akan mengerti akhirnya bahwa kita adalah sama. Yesus ingin agar kita selalu memeriksa ulang setiap situasi dengan Dia. Untuk setiap cobaan yang kita temui atau setiap masalah yang kita miliki, selalu cari apa yang Firman Kristus katakan. Teliti kembali Firman Kristus! Itulah sebabnya Dia berkata bahwa setiap senjata yang ditempa terhadap engkau tidak akan berhasil (Yesaya 54:17). Ketika kita berjalan sendiri, kita akan gagalkan misi kita. Lihat saja Adam dan Hawa, satu menit saja Allah pergi dari mereka dan akibatnya mereka membuat diri mereka berguna bagi iblis untuk menghancurkan segalanya. Tetapi, jangan salahkan Adam dan Hawa! Jika kita adalah Adam dan Hawa, kita juga akan melakukan kesalahan yang sama. Baik, lihat saja kita ini tanpa Yesus; kita bahkan sudah hidup seperti di neraka sebelum benar-benar ke neraka. Pendek cerita, saya bukan penggemar orang yang mengatakan bahwa Hawa tidak menerima perintah Tuhan secara langsung. Iblis suka memecah belah manusia. Sekali kita terpecah, sangat mudah untuk mengalahkan satu per satu. Itulah sebabnya Yesus meletakkan setiap orang percaya sebagai tubuh-Nya. Dia mampu menjaga kita. Ketika kita tahu siapa Kepala kita ini, ketika kita mengerti siapa yang memegang kendali, kita tidak akan lagi gentar terhadap apapun. Baiklah! Jika saya katakan Hawa tidak menerima perintah Tuhan secara langsung mengenai pohon pengetahuan akan yang baik dan yang jahat, itu berarti saya juga menyalahkan Tuhan secara tidak langsung karena Dia tidak mau memberitahukan pada Hawa. Dia seharusnya memberitahukan pada Hawa sesaat sesudah Dia diambil dari Adam, bukankah demikian? Saudara-saudari terkasih didalam Kristus, ular tua itu dikatakan lebih cerdik dari binatang-binatang lain yang sudah diciptakan oleh Tuhan. Dalam Kejadian 3:1, tidak dikatakan bahwa itu adalah iblis yang mencobai manusia, tetapi kita seharusnya tahu bahwa itu adalah si iblis yang bekerja di balik layar. Jika benar ular tua itu lebih cerdik dari yang lain, tentunya iblis lebih cerdik dari dia. Mengerti ya? Lucifer bukanlah Lucifer jika dia tidak mengetahui apa-apa. Dia tahu banyak tentang otoritas. Dia suka kekuasaan. Dia tahu tentang politik devide et impera– politik memecah belah. Dia tahu Strategi Perang Sun Tzu meskipun sebenarnya dia adalah pemusik. Dia memiliki teknik yang unik untuk merayu Hawa. Dia tahu bagaimana bermain dengan pikiran Hawa. Mungkin Anda berkata, “Lihat! Lihatlah! Saudara Yong An, kamu juga mengakui iblis punya keahlian unik untuk merayu Hawa. Kenyataannya memang Hawa itu lemah. Kalau hanya saat itu Adam yang dicobai, Adam pasti sudah membuat ular itu jadi pita.” Yang terkasih, saya tidak menghakimi apakah Hawa itu lemah atau tidak, atau menyatakan bahwa dia itu kuat, atau bahwa dia itu seharusnya berpikir jernih sebelum dia makan buah terlarang itu. Tetapi, setiap manusia yang pernah hidup dengan daging adalah lemah. Tentunya sungguh mudah menyalahkan sesuatu setelah semuanya telah terjadi. Satu hal terjadi, dan kita langsung berdebat. Komentar-komentar seperti: “Oh dia sudah seharusnya menghentikan Hawa! Mengapa mereka tidak mendirikan pagar mengelilingi pohon itu? Mengapa pula Hawa sibuk kali sampai harus bicara sama ular?”
Dikarenakan oleh sikap Adam (dan generasi setelah Adam) yang mungkin selalu menyalahkan Hawa atas kejatuhan manusia, sejak itu seluruh perempuan di bumi ini sudah mengalami penganiayaan selama ribuan tahun. Hasil dari dosa menyebabkan apa yang tertulis di Kejadian 3:16, “…namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu.” Ini artinya bahwa jika mereka tidak memakan buah itu, tidak akan ada yang namanya penaklukan jenis kelamin atau diskriminasi. Ini membuktikan bahkan laki-laki pun tidak dapat mengatasi otoritas yang diberikan kepadanya dengan benar. Ketika dia diberikan otoritas itu untuk menguasai perempuan, dia mengacaukan segalanya. Istri saya berkata bahwa laki-laki paling pintar mengusir perempuan dari rumah setiap saat mereka bertengkar.
Bayangkan saja satu ayat pendek seperti itu bisa mengakibatkan kesusahan yang mendalam bagi sejarah seluruh umat manusia, terutama bagi kaum perempuan. Perempuan telah berjuang untuk hak-hak mereka sejak saat itu. Saya bisa merasakan bahwa pertama kali Adam menyalahkan Hawa karena peristiwa itu, hati Hawa pasti sungguh hancur berkeping-keping. Satu-satunya orang di samping dia adalah Adam sendiri, tetapi Adam menyalahkan Hawa. Mungkin di Alkitab tidak disebutkan dia menjauhi Adam untuk beberapa waktu. Tapi siapa tahu?! Mungkin saja Hawa memang melakukan hal itu untuk beberapa waktu. Tetapi, saat mengerti akan apa yang sebenarnya bisa terjadi, saya tidak terkejut kalau dia tidak mau berbicara kepada Adam untuk sementara waktu. Tentu bukan Adam tidak merasa bersalah telah menuduh satu-satunya perempuan yang ada saat itu! Bisa saja Adam terlalu sombong atau malu untuk mengakui kalau dia seharusnya dapat mencegah segalanya terjadi, tetapi ternyata dia tidak mencegah. Jika ular tua itu benar-benar dirasuki oleh iblis, ular itu pasti akan terkejut juga terbangun tanpa kaki-kakinya. Segala sesuatunya telah berubah sejak saat itu.
Masalahnya, Saudara-saudariku, jika bukan Hawa ataupun Adam, anak-anak mereka atau setiap dari kita di sini akan melakukan kesalahan yang sama. Ketika saya dengan bangga mengatakan bahwa saya mampu melakukan lebih baik dari apa yang Hawa lakukan, Roh Kudus hanya berkata, “Apa yang membuatmu berpikir kalau iblis itu akan mencobai kamu dengan cara yang sama dia lakukan terhadap Hawa?” Saya sadar kemudian. Kalaupun hari itu Adam yang dicobai pertama, dan sudah pasti iblis akan menggunakan cara yang lain untuk menipu Adam. Dan Adam pasti akan jatuh. Kita tidak bisa memastikan rencana lain apa yang Lucifer sudah sediakan bagi mereka. Mungkin Lucifer akan berubah menjadi seorang perempuan yang cantik (atau bahkan menjelma jadi Hawa palsu) dan merayu Adam untuk memakan buah itu saat Hawa tidak berada di tempat.
Jadi mengapa Hawa yang dicobai pertama kali? Mari kita baca Kejadian 3:6 – “Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya… “ Sekarang, perhatikan apa yang terjadi? Perhatikan saat dia memakannya, tak terjadi apa-apa. Lanjut baca… “… dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya.” Dikatakan di sana bahwa Hawa memberikan buah itu kepada suaminya. Hawa mencobai Adam dengan Apple tetapi Adam merasa seperti, “Apa pula ini? Untuk apa itu, untuk apa saya terima kalau saya bisa mendapatkan Toshiba dengan prosesor i7? Dan Hawa berguman, “Waduh, siapa yang paling bodoh sekarang?!” Baiklah, saya hanya bercanda. Seriusnya, kalau saya ini Adam, saya akan berpikir seperti ini: “Hmm, tak terjadi apa-apa. Mungkin ular itu berkata jujur.” Dan Adam lihat pada Hawa lagi, “Baiklah, Sayangku, berikan padaku buah itu.” Kemudian dia mulai menggigit buah itu dan tersangkut di tengah jalan dan mulai menyadari ada sesuatu yang tidak benar. Dan kemudian, Kejadian 3:7 mencatat bahwa mata mereka terbuka. Hanya ketika Adam memakan buah itu, maka terbukalah mata mereka. Tiba-tiba saja mereka memperhatikan ketelanjangan mereka. Sebelumnya, mereka sudah telanjang dan tak peduli akan hal itu sampai saat Adam memakan buah itu. Ketika Hawa makan, tak ada yang terjadi. Jika ada sesuatu yang terjadi saat Hawa makan, saya percaya Hawa pasti akan mencegah Adam untuk memakan buah itu. Mengapa demikian? Karena Hawa mencintai Adam, Saudara-saudari terkasih! Adam tentunya akan terbebas dari dosa itu. Tetapi tidak demikian, Adam tidak melihat ada perubahan pada Hawa, maka itu ketika Hawa memberikan buah itu kepada dia; dia tidak ragu-ragu untuk memakannya. Dari sini kita bisa simpulkan bahwa iblis tahu harus menyerang dari mana duluan. Jadi sangat tidak dewasa untuk mengatakan bahwa Hawa yang menyebabkan Adam berdosa. Mari kita putar balik ceritanya sedikit. Sekiranya Adam yang pertama dicobai dan dia makan buah itu, apa yang Anda pikir akan terjadi saat itu? Jika apa yang saya beritahu itu masuk akal, maka iblis akan secara tidak sengaja meninggalkan Hawa tanpa dosa. Mungkin Anda akan bertanya kembali, “Bagaimana kalau kondisinya tidak seperti demikian? Adam makan duluan dan tidak terjadi apa-apa,dan sesudah itu giliran Hawa yang makan, kemudian mata mereka baru terbuka saat Hawa makan.” Kalau demikian halnya, maka sejarah tidak berubah sama sekali. Laki-laki dan perempuan akan terus berselisih, tidak masalah bagaimana kejadiannya. Mungkin ya bisa jadi laki-laki yang dianiaya oleh perempuan. Apapun ceritanya juga, Yesus tetap adalah Solusi Allah bagi umat manusia. Yesus adalah Rencana Utama-Nya. Kebenaran tidak berubah. Tuhan Yesus adalah Juruselamat kita. Dia telah dipersiapkan sebagai Anak Domba Allah sebelum Langit dan Bumi dijadikan.
Saya beritahukan hal ini pada Anda, karena dari waktu ke waktu, perempuan selalu dilecehkan dalam segala cara yang memungkinkan. Dalam sejarah India, perempuan yang ditinggal mati oleh suami mereka harus dibakar hidup-hidup bersama suami mereka yang sudah mati. Perempuan tidak boleh mengendarai mobil di Arab Saudi. Perempuan harus berjalan di belakang laki-laki. Perempuan sukar mencari pekerjaan di tempat-tempat tertentu. Dan masih banyak lagi bentuk pelecehan. Sungguh menyebalkan, Anda tahu! Yah, banyak perempuan yang sudah berusaha untuk menyamakan status mereka dengan laki-laki secara sadar atau tidak sejak saat itu. Saya sudah melihat banyak perempuan-perempuan yang luar biasa dalam hidup saya. Banyak yang malah jauh lebih baik dari saya. Istri saya lebih pandai berbicara dan berbakat daripada saya dalam banyak hal. Kita memiliki Saudari Susan Hoover dari Kanada yang mungkin lebih mengasihi Indonesia daripada orang-orang Indonesia umumnya. Sejarah mencatat berjuta perempuan-perempuan luar biasa dalam kurun waktu yang tercatat ataupun tidak. Sebut saja Cleopatra – Ratu Mesir 69-30 SM, Joan of Arc – Pemimpin Tentara Nasional Perancis tahun 1412-1431, Raden Adjeng Kartini – Pelopor Indonesia dalam memperjuangkan hak-hak perempuan pada tahun 1879-1904, Ibu Teresa – Pelayan Yesus Kristus lebih dari 45 tahun, Eva Peron yang tekasih– Istri Presiden Argentina tahun 1946-1952, Wanita Besi Lady Margaret Thatcher – Wanita Perdana Menteri Inggris pertama di tahun 1979-1990, dan masih banyak lagi… Sebelum kejatuhan manusia, Adam dan Hawa sama derajatnya, jika saya boleh katakan demikian. Setelah pencobaan yang berhasil dari si iblis, perempuan dikatakan harus tunduk pada kekuasaan laki-laki dalam Kejadian 3:16 di atas. Tetapi, Yesus sudah memulihkan posisi kita semua. Kita sudah diletakkan kembali pada tempatnya yaitu sebagai satu Tubuh Kristus. Tidak ada lagi Kejadian 3:16 yang mencekik leher kita. Anda akan mungkin menemukan beberapa ayat yang menunjukkan bahwa perempuan dibuat lebih rendah dari laki-laki. Bahkan Rasul Paulus tidak mengizinkan perempuan untuk mengajar atau mengambil alih kekuasaan atas laki-laki dalam suratnya kepada Timotius (1 Timotius 2:12). Dia katakan bahwa perempuan harus duduk diam. Mungkin saja saat itu terjadi karena banyak perempuan yang sebenarnya cukup berisik. Kadang kala, Rasul Paulus sendiri harus membuat keputusan untuk kepentingan bersama tanpa Tuhan yang berfirman kepadanya seperti dalam 1 Korintus 7:25. Tapi jangan diperdebatkan, ok? Dia memiliki alasan-alasannya sendiri untuk mengatakan hal-hal itu pada zamannya. Jika saya boleh katakan, saya tidak setuju kenyataannya bahwa Adam tidak tertipu. Tetapi mungkin Anda berkata, “1 Timotius 2:14 berkata bukan Adam yang tergoda.” Saya tidak mengatakan kalau Alkitab salah. Tetapi secara pribadi saya tahu bahwa apa yang Adam dan Hawa alami adalah salah satu teknik tipuan. Saya percaya dia tertipu MELALUI istrinya. Iblis tahu mengenai sistem struktur kekuasaan. Iblis tidak sanggup menanggung resiko apapun. Mungkin dia takut kalau Hawa bisa menjadi tanpa dosa jika Adam yang makan buah itu duluan. Iblis punya satu kebijaksanaan: “Jangan lewatkan apapun!”
Yesus sendiri selalu menghormati perempuan sewaktu Dia masih di Bumi ini. Pada kenyataannya, Dia mengasihi (agapao) mereka semua. Dia mengerti bahwa Dia juga dilahirkan dari seorang perempuan. Dia menyembuhkan banyak perempuan. Saat menjelang kematianNya, Dia ditemani oleh ibu-Nya, dan bibi-Nya, Maria istri Klopas, dan Maria Magdalena. Saudara-saudari terkasih, tujuanku adalah untuk menyampaikan pesan persamaan derajat. Jangan lagi ada perbedaan-perbedaan di antara laki-laki dan perempuan di dalam Kristus. Ini menyatakan bahwa, Para perempuan terkasih, anda semua telah dibebaskan dari kutuk Kejadian 3:16 oleh Karya Yesus Kristus yang telah selesai di atas Kayu Salib. Kepada semua laki-laki, sekarang anda mengerti bahwa bukan saja Hawa, jika Adam yang pertama kali dicobai, dia juga akan gagal dan jatuh dalam dosa saat pencobaan. Teknik pencobaannya boleh berbeda, tetapi hasilnya tetap akan sama. Satu hal yang tidak bisa laki-laki lakukan adalah melahirkan anak. Jadi, jangan lagi gusar ataupun membenci. Ampuni, sebagaimana Yesus juga sudah mengampuni kita duluan. Anda semua adalah Putra dan Putri terkasih Bapa di Surga di dalam Kristus Yesus. Sempurna sesuai gambar Allah!
Lihat sekelilingmu, dan beritahukan pada saya kalau ada satu orang yang Yesus tidak kasihi. Kebenarannya adalah bahwa kita semua ada dalam Kristus sekarang. Kita dikembalikan pada rancangan awal dari penciptaan Allah; tetapi jauh lebih baik dalam banyak hal, karena kita ada di dalam Kristus dan Kristus sudah ada di dalam kita. Dan Yesus begitu mencintai kita semua. Dia peduli akan tubuh-Nya sendiri. Dia ingin tubuh-Nya diberkati. Dia ingin tubuh-Nya berhasil dalam segala hal. Dan ini bukan hanya ditujukan untuk laki-laki saja, tetapi juga untuk perempuan. Jika Hawa diambil dari Adam Pertama dan mereka berdosa, maka kita semua telah dibalikkan ke dalam Adam Kedua yaitu Yesus Kristus – di dalam Kebenaran-Nya. Artinya, kita semua juga adalah bagian ‘perempuan’ dari Yesus Kristus; Hawa Kedua untuk Adam Kedua. Dia adalah mempelai laik-laki dan kita adalah mempelai perempuan. Kita menjadi benar bukan karena apa yang kita lakukan, tetapi karena identitas kita di dalam Kristus. Pokok utama dari semua ini: Apapun yang Hawa lakukan tidak dapat mengubah posisi Adam, tetapi aksi Adam menentukan posisi Hawa. Ketika Adam berdosa, Hawa berdosa. Jika Anda mengatakan, “Jadi jika status Hawa tergantung pada Adam, maka iblis tidak perlu menggoda Hawa. Tipu saja Adam dan Hawa otomatis akan berdosa juga.” Bisa jadi benar! Mungkin saja Adam sangat sukar dikalahkan! Mungkin iblis sudah mencobai Adam berkali-kali sebelum dia mencobai Hawa. Tidak ada salah atau benar di sini. Ini sudah berlangsung 6000 tahun. Intinya adalah kita jangan lagi menekan keberadaan Hawa atau perempuan secara umumnya. Kelihatannya mungkin Hawa terkesan lemah, tetapi siapa yang tidak pernah lemah?! Adam mungkin sukar ditekan, tetapi itu hanya masalah waktu saja dia akhirnya akan jatuh. Sama halnya, apapun yang kita perbuat tidak dapat mengubah posisi Yesus (kita tidak bisa mengubah kebenaran bahwa Dia yang duluan mengasihi kita), tetapi karya Salib Yesus memiliki dampak pada posisi kita. Sama seperti Dia, begitu juga kita di dalam dunia ini. Satu Yohanes 4:17 mengatakan “Dalam hal inilah kasih Allah sempurna di dalam kita, yaitu kalau kita mempunyai keberanian percaya pada hari penghakiman, karena sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini.” Ketika Dia benar, maka kita juga benar. Ketika Dia kudus, begitu juga dengan kita. Sekarang semuanya tentang Yesus, bukan lagi tentang kita. Tidak ada lagi pernyataan seperti “Jikalau saja Adam dan Hawa tidak pernah berdosa, kita akan baik-baik saja…” Bersukacitalah karena untuk hal ini, Yesus telah disingkapkan. Efesus 5:23 mengatakan, “… Dialah yang menyelamatkan tubuh.” Pada akhirnya, segalanya adalah tentang Kasih. Yang terbesar adalah Kasih Agape. Buka hatimu untuk Yesus. Saya percaya Yesus tidak mau kita menyalahkan siapapun lagi. Kita dikasihi setara dan sederajat tidak peduli apa jenis kelamin kita. Saya tidak mau mendengar para perempuan masih menganggap diri kalian lemah lagi. Kedengarannya akan seperti meremehkan apa yang telah Yesus lakukan untuk kalian di atas Kayu Salib. Saudara-saudaraku, Pastor Iskandar memiliki sebuah kartu ATM, tetapi jika beliau tidak memiliki PIN ATM, dia tidak dapat menggunakan keduanya dimanapun juga. Tanpa PIN atau kode rahasia, tidak ada yang bisa keluar dari mesin ATM itu. Sama halnya demikian ketika dia memiliki PIN tapi tanpa kartunya, apalah gunanya? Kita, laki-laki dan perempuan, semua saling melengkapi, bahkan jika saat ini kamu masih lajang. Saya tidak mengatakan ini untuk orang yang sudah berpasangan saja. Jika Pastor Iskandar adalah gambaran YESUS, maka mungkin laki-laki adalah kartu dan perempuan adalah kode rahasianya. Dan Anda tahu apa yang paling penting? Jika hanya ada satu kartu dan satu kode rahasia, mereka juga tidak ada gunanya tanpa pemegang kartunya. Tanpa Pemegang Kartu kita –Yesus Kristus, kita tidak ada gunanya sama sekali. Yesus memiliki setiap laki-laki dan perempuan sebagai paket lengkap, bukan sebagai produk terpisah. Dia tahu bahwa kita perlu satu sama dengan yang lain. Amin!? Saya katakan lagi, Dia sangat mencintai kita semua. Dia menjadi lengkap dengan kartu dan PIN-Nya sekarang – yaitu kita dalam Kristus. Anda bahagia saat ini? Baiklah… τετελεσται! Sudah selesai! Haleluyah!
Yong An – 12 Agustus 2012 – AGF
